Tenun Lurik Troso adalah salah satu kain tenun tradisional khas Desa Troso, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kain ini sangat dikenal karena motifnya yang sederhana namun khas, serta proses pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional oleh para pengrajin setempat. Lurik sendiri berarti garis-garis atau motif garis yang menjadi ciri utama kain ini.
Ciri khas Tenun Lurik Troso adalah pola garis-garis vertikal yang terdiri dari kombinasi warna-warna alami seperti putih, hitam, coklat, dan merah. Motif garis lurik ini biasanya memiliki variasi yang sederhana namun harmonis, sehingga menciptakan tampilan yang elegan dan mudah dikenali. Kain ini biasanya digunakan sebagai pakaian sehari-hari maupun untuk acara adat.
Proses pembuatan Tenun Lurik Troso sangat tradisional dan memerlukan keterampilan tinggi. Para pengrajin menyiapkan benang dari kapas, yang kemudian diberi warna menggunakan pewarna alami atau sintetis. Setelah itu, benang disusun pada alat tenun bukan mesin (ATBM) dan ditenun secara manual dengan teknik yang diwariskan turun-temurun. Setiap langkah membutuhkan ketelatenan dan kesabaran agar motif lurik yang dihasilkan rapi dan simetris.
Selain sebagai bahan pakaian, Tenun Lurik Troso juga memiliki makna budaya dan filosofi. Motif garis lurik melambangkan kesederhanaan, ketegasan, dan kedisiplinan, yang mencerminkan karakter masyarakat Jawa. Kain ini juga kerap dijadikan simbol identitas dan kebanggaan daerah, sekaligus media pelestarian tradisi dan seni tenun.
Dengan semakin meningkatnya apresiasi terhadap kain tenun tradisional, Tenun Lurik Troso kini tidak hanya digunakan di daerah asalnya, tetapi juga diminati oleh kolektor dan penggemar kain nusantara di berbagai wilayah. Upaya pelestarian dan pengembangan kain ini terus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.








